Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Jumat, 25 Mei 2012
RUMAH SEHAT
Menciptakan Hunian yang Sehat Rumah dan kesehatan adalah dua
hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Karena
itulah pembangunan rumah senantiasa dikaitkandengan persyaratan kesehatan.
Maksudnya agar penghuni rumah terhindar dari berbagai
penyakit terutama penyakit yang menular.Kesehatan bukan lagi masalah dokter
saja, Desainer yang merencanakan rumah tinggal
juga memiliki peran untuk meningkatkan kualitas kesehatan penghuni
rumah melalui desain rumah yang dibuatnya. Untuk menentukan
rancangan rumah dalam proses pembangunannya, tentu kedudukan arsitek tak bisa
dilepaskan. Peran arsitek yang menawarkan rancangan rumah yang baik sesuai
dengan kemampuan pemilik rumah, seharusnya disejajarkan dengan peran calon penghuni
yang mempunyai kesadaran akan kesehatan. Keduanya sama dan sejajar, karena
rumah yang memenuhi persyaratan sehat, berarti pula menjaga kebersihan
lingkungan.
Untuk memperoleh
hunian (rumah) yang layak, lingkungan rumah harus memenuhi persyaratan kesehatan.
Kalau tidak, ini akan ada hubungan interaktif yang berakibat buruk terhadap
kesehatan. Rumah sehat sangat banyak aspeknya, antara lain ada aspek sosiologi,
fisika, kimia danbiologisnya.
Pada zaman sekarang, pembangunan rumah didasarkan pada
beberapa pertimbangan. Faktor keuangan menjadi bahan pertimbangan bagi ekonomi
yang pas-pasan. Sementara konsumen berekonomi kuat membangun rumah dengan memperhitungkan
keindahan dan kemewahan saja.
Adapun kriteria sehat berdasarkan kebutuhan sehat
diantaranya berkaitan dengan ukuran lantai rumah. Ideal untuk satu orang
memerlukan luas lantai 4,5 m2 dan untuk anak-anak umur 1-10 tahun sekitar 1,5 m2.
Selama ini rumah
kecil dipadati banyak isi keluarga, sehingga tampak berdesakan.Sehingga, aspek
pertumbuhan keluarga terabaikan. Semakin banyak penghuni pada sebuah rumah
terutama yang sempit, semakin banyak koloni kuman. Dan ini, jelas berakibat
penghuni rumah akan mengalami penyakit saluran pernapasan.
Aspek yang juga penting diperhatikan adalah ventilasi.
Artinya, lantai rumah harus dirangkai sistim ventilasi yang baik, agar mendapat
kualitas udara bersih. Hasil penelitian, ventilasi yang mendekati baik berdasarkan
kesehatan adalah 10-20 persen dari luas lantai rumah. Udara salah satu unsur
penting untuk menunjang kesehatan. Kita tak bisa menunda bernapas, tapi kalau
kita haus, kita masih bisa menunda minum untuk beberapa lama.
Dan celakanya di dalam rumah kita sering menemukan
sumber-sumber pencemaran, terutama asap rokok lalu dari pembakaran kompor, cat,
asbes. Semuanya itu memberikan kontribusi kualitas udara di dalam rumah.
Terakhir lingkungan fisik, radiasi dari televisi, radio,
alat-alat elektronik lainnya serta kebisingan. Pekerja di perusahan radio dan
televisi, menurut suatu penelitian, ada keluhan gangguan menstruasi. Konon ini merupakan
dampak buruk dari radiasi radio.
Karenanya perlu penelitian lebih lanjut, apakah inipun dapat
diderita oleh penghuni rumah?. Kebutuhan atas rumah tinggal memang dominan, dan
kesadaran masyarakat untuk tinggal di rumah sehat semakin tinggi. Hal itu tentu
tidak lepas
dengan semakin menjamurnya pembangunan
perumahan-perumahan di kawasan pinggiran kota oleh pihak
developer
(pengembang).Sekalipun keindahan budaya dan aspek kemewahan
mempunyai arti tersendiri, tapi
bila ditinjau dari sudut kesehatan, rumah yang sehat
tidaklah tergantung dari terpenuhi atau tidaknya kedua hal tersebut diatas. rumah
dipandang sesuai dengan prinsip kesehatan apabila
memenuhi 3 persyaratan pokok
- Pertama, mampu memenuhi kebutuhan fisiologi dasar
penghuni.
- Kedua mampu melindungi penghuni dari kemungkinan
terjangkitnya penyakit menular.
- Ketiga mampu melindungi penghuni terhadap kemungkinan
timbulnya bahaya kecelakaan.
Dengan kata lain,
rumah yang benar-benar sehat adalah rumah yang dapat menjamin
terpeliharanya kesehatan para penghuninya. Rumah yang mewah,
kalau penghuninya
selalu jatuh sakit, maka ini bukanlah rumah yang sehat.
Sebaliknya, meskipun rumahnya relatif sederhana tetapi bila kesehatan penghuninya
dapat terjamin, maka rumah
tersebut dapat dikatakan sebagai rumah yang sehat.
Pada akhirnya, masalah rumah sehat ini memang tidak
bisa lepas dari penghuninya itu sendiri. Dengan menjaga kebersihan di dalam
rumah berarti kesehatan lingkunganpun ikut terjaga. Bila rumah dan lingkungan
sehat, barulah terbentuk apa yang disebut rumah sehat
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)

0 komentar:
Posting Komentar